http://downloads.totallyfreecursors.com/thumbnails/monkey-ani.gif September 2013 | Cinta allah dan rasul
Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

ekstra yg di ikuti


Friday, 04 December 2009 00:04 Wawan Informasi
Description: E-mailDescription: PrintDescription: PDF
Description: Web EvolutionWeb Evolution
Sejak awal kelahiran website di awal tahun 1990, para programer dan graphic desainer mendapatkan sebuah lahan baru untuk karya mereka, yang kemudian disebut web design. Seiring perkembangannya, web design akhirnya tumbuh menjadi segmen design tersendiri yang jelas-jelas terpisah dari graphic design. Skill yang dibutuhkan pun juga berbeda dengan graphic design, karena web design juga melibatkan berbagai bahasa pemrogaman.
Hingga saat ini, ada dua golongan utama pekerja web design. Golongan pertama adalah orang-orang yang dulunya programer, dan golongan kedua adalah orang-orang yang dulunya graphic designer. Karakter web yang dihasilkan dua kelompok ini cukup bertentangan. Mantan programer biasanya lebih mementingkan sistem, sedangkan mantan graphic designer lebih mementingkan tampilan. Kami pun juga berpendapat bahwa web desain yang sempurna selalu dihasilkan oleh minimal dua orang: satu orang graphic designer sebagai seniman, dan satu orang programer sebagai pengatur sistem.
Website pertama kali dibuat oleh Tim Berners-Lee pada bulan Agustus 1991. Website pertama itu bernama World Wide Web. Bentuknya sangat sederhana. Semua masih menggunakan script html standar tanpa ada unsur apapun. Website pertama tersebut masih ada dan bisa diakses hingga saat ini. Silahkan Klik di sini untuk melihatnya. Lahirnya website pertama merupakan babak baru bagi perkembangan komputer dan teknologi informasi.
Description: World Wide Web (Web Pertama)     Description: Yahoo (1996)
Pada tahun 1994, World Wide Web Consortium (W3C) didirikan. Lembaga ini mengambil keputusan bahwa script HTML adalah script standar untuk semua website. Dalam perkembangan selanjutnya, script html tersebut dikembangkan lagi menjadi XHTML yang bersifat terbuka terhadap berbagai plugin script tambahan seperti Java, flash, dan Ajax.
Pada sekitar tahun 1995 muncul website dengan menggunakan tabel sebagai dasar layoutnya, atau yang biasa disebut table-based layout. Kehadiran Table-based layout merupakan gebrakan yang cukup signifikan bagi web design waktu itu. Dengan table-based layout, web bisa dibuat dalam beberapa kolom dengan posisi-posisi layout selangkah lebih maju. Website yang menggunakan Table-based layout diantaranya adalah W3C (1998) dan Yahoo (2002).

   Description: W3C (1998)     Description: Yahoo (2002)

Pada tahun 1996 flash diintegrasikan dengan website. Pada awalnya script flash disebut dengan FutureSplash Animator, kemudian Macromedia Flash, dan sekarang Adobe Flash. Flash sendiri sebenarnya merupakan pengembangan dari Macromedia Shockwave (sekarang Adobe Shockwave). Program ini pertama kali ditujukan sebagai pembuat menu dan daftar multimedia content pada autorun CD-ROM.

Dengan adanya flash, gambar-gambar dalam website dapat 'bergerak'. Selain itu fitur-fitur klasik html, seperti 'link' tetap bisa dihadirkan. Tetapi flash memiliki kekurangan, yaitu website menjadi berat dan sulit diakses. Selain itu, pengguna web juga harus memiliki flash plugin di browsernya, dan hal ini sangat merepotkan saat itu.

   Description: www.marjanpejoski.com     Description: www.werkstette.dk

Pada tahun yang sama (1996), 3DML script diperkenalkan oleh Michael Powers. 3DML memungkinkan web untuk menampilkan animasi-animasi 3D. Tetapi inovasi ini jarang sekali digunakan. Sistem 3DML menggunakan XML non-standar serta hanya bisa dibuka oleh satu jenis browser saja, yaitu Flatland Rover. Hingga saat ini, belum ada plugin 3DML yang dibuat untuk browser umum seperti Mozilla Firefox.

Description: 3DML
Pada awal tahun 2000, Dynamic HTML (DHTML) diperkenalkan. Pada awalnya, DHTML merupakan gabungan dari flash dan html. Script ini dikembangkan lebih lanjut dan menjadi JavaScript. Tetapi seiring perkembangannya DHTML dan JavaScript tumbuh sendiri-sendiri dan memiliki platform yang sangat berbeda. Dengan DHTML, script animasi flash dapat diintegrasikan dengan HTML sehingga web tidak menjadi berat. Selain itu, DHTML juga mensupport HTML DOM, yang memberi keleluasaan script untuk melibatkan Operating System yang digunakan user dalam perintahnya.
Pada tahun yang sama (2000) Cascading Style Sheets (CSS) mulai diperkenalkan. CSS adalah platform web design yang sangat populer hingga saat ini. Dengan adanya CSS, script untuk tampilan bisa dipisah dari file HTML induknya. Dengan CSS, template web bisa dibuat lebih rapi. CSS memungkinkan banyak fungsi tampilan yang tidak mungkin dipenuhi oleh table-based layout. CSS akhir-akhir ini menjadi sangat populer dengan diperkenalkannya platform CMS opensource seperti Joomla dan Wordpress. Hampir semua template Wordpress dan Joomla menggunakan CSS sebagai basis tampilannya.

Description: Web Modern     Description: Web Modern

Yup itulah kira-kira sekilas tentang perjalanan design web.. ada yang bisa menambahkan?

v

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

my profil


MY PROFIL

 















Nama              : Nina Prayuda Ningsih
TTL                 : Kudus 08 desember 1997
Alamat            : Tergo_dk.juwet rt 02/tw 01 dawe kudus
Sekolah            :Smk mambaul falah
Kelas               :xlA TKJ
Pekerjaan        : menuntut ilmu untuk akhirat
Hobby              :Ngaji al qur’an and bersholawat ma tmen”
Cita”                :ingin sekali mjd santri yg sholih sholihah yg dpt membanggakan  kedua orang tua
Motto              : buatlah hidup nie dgn tersenyum,karna tersenyum  kita ingat slalu pd allah,,karena senyum itu ibadah.
Status               :masih milik orang tua / tanseh jomblo (gek golek”)
Agama             :100% islam NU
Mafa                : bakso opw wae penting halal
Mifa                 : es sing seger-seger,pkoke mantappp,,mak nyussss
Fb                    :Nina prayudha syifaul Qolbi (ojw lali di add)
e-mail              :Ninauye40@yahoo.com
blogspot            :www.ninamafa.blogspot.com
no.hp               :085741589201
    
Jangan lupa comentnya yha,,,????? Aqw tunggu....!!!!!




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

TKJ2


Membuat Sendiri Antena Modem Menggunakan Kaleng Bekas

Artikel kali ini sangat cocok bagi anda yang suka kreatif dan banyak akal. Suka memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak terpakai untuk dijadikan barang yang lebih berguna. Berguna untuk apa? Yang pasti masih ada hubungannya seputar modem atau internet. Bagi pemilik modem internet salah satu hal yang wajib diperhatikan adalah kualitas sinyal. Sinyal yang naik turun alias tidak stabil sangat berpengaruh dengan kecepatan internet yang anda dapatkan. Malahan sinyal yang sering turun naik ini bisa menyebabkan modem cepat panas dan ujung-unjungnya tetap speed menjadi lemot.
Beberapa bulan yang lalu saya sempat membuat artikel tentang 4 alat untuk menambah sinyal modem, salah satu alat yang digunakan diantaranya adalah Antena modem. Antena modem atau antena yagi adalah salah satu alat yang digunakan untuk meningkatkan sinyal modem, juga untuk lebih menstabilkan penangkapan sinyal modem. Sudah saya buktikan sendiri menggunakan Antena yagi penangkapan dan juga kecepatan internet akan semakin bertambah.
Nah, masalahnya saat ini harga Antena modem tersebut tidak murah, apalagi jika anda pesan di luar kota. Mungkin harga ongkos kirim dibandingkan harga antena modemnya sendiri malah mahal ongkos kirimnya. Karena antena modem ini bukan termasuk barang yang kecil dan juga rawan rusak saat pengiriman.
Bagi anda yang masih terbentur dengan dana untuk mendapatkan sebuah antena modem, anda tidak perlu khawatir. Anda bisa membuat sendiri antena modem menggunakan barang-barang bekas di sekitar anda. Barang-barang yang bisa anda gunakan di sini intinya adalah barang yang bisa digunakan sebagai reflektor untuk memfokuskan penerimaan sinyal modem di satu titik saja. Salah satu contoh barang bekas tersebut adalah kaleng. Nah, di sini kita akan memanfaatkan kaleng bekas untuk disulap menjadi sebuah antena modem.
Untuk langkah-langkah membuat antena modem menggunakan kaleng bekas adalah sebagai berikut.
1. Siapkan kaleng bekas, misal kaleng biskuit, kaleng bekas soft drink, bekas kopi, dan lain-lain

2. Ukur letak lubang untuk tempat modem. Jika modem anda bekerja di frekuensi 800 Mhz maka jarak lubang modem ke dasar kaleng adalah 1 – 1,5 inchi. Untuk modem dengan frekuensi 1900 Mhz jarak lubang ke dasar kaleng adalah 2 – 3,4 inchi. Cara mengetahui modem anda bekerja di frekuensi 800 Mhz atau 1900 Mhz sudah saya posting DI SINI.

3. Lubangi kaleng dengan bor yang sudah anda tentukan di titik mana kaleng akan di bor pada langkah nomor 2 di atas. Buat beberapa lubang agar mudah untuk dipotong.

4. Potong lubang yang sudah dibor tadi menggunakan gunting, sampai lebar tertentu. Lebar lubang disesuaikan dengan modem anda agar modem bisa masuk ke lubang. Kemudian haluskan potongan anda menggunakan kikir atau sejenisnya.


5. Tutup atau lapisi lubang modem yang telah anda buat menggunakan isolasi yang agak tebal kemudian lubangi isolasi sesuai lebar modem.

6. Masukkan modem ke lubang. Fungsi isolasi tadi sebenarnya agar modem bisa masuk pas di lubang dan tidak akan lepas saat dibiarkan, jadi biar lubangnya keset (jangan porno).


7. Setelah ini anda tinggal memasang USB ekstender kemudian tinggal taruh kaleng pada tiang yang tinggi. Arahkan kaleng ke BTS terdekat. Jangan lupa menggunakan software QXDM dan QPST untuk pointing antena anda.

Demikian tutorial singkat membuat antena modem menggunakan kaleng bekas. Semua jenis kaleng bekas bisa anda manfaatkan, tergantung kreatifitas anda sampai di mana. Nah, berhubung ini hanya memanfaatkan barang-barang bekas jadi hasilnya ya tidak semaksimal anda menggunakan Antena yagi yang dijual mahal itu. Bukan hanya kaleng saja yang bisa dijadikan antena modem, masih banyak barang-barang bekas lain yang bisa anda manfaatkan. Tapi kalau anda tidak mau susah ya beli langsung Antena yagi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

tugas b.indonesia

Description: http://cerpenmu.com/wp-content/uploads/2013/04/ad.gif
Kalau aku mendengar cerita cinta teman-temanku, aku pasti akan merasa iri. Mereka bisa jatuh cinta kepada siapa saja. Bisa saling bergandengan tangan dengan kekasih mereka. Bisa pacaran, kemudian putus dan bersama lagi dengan seseorang yang mereka cintai. Sementara aku tidak akan pernah bisa seperti mereka selama cincin lumba-lumba itu masih melingkar di jari manisku. Yah, aku tidak lebih dari seorang gadis 18 tahun yang sudah menjadi tunangan seorang pemuda. Aku bahkan tidak mengetahui siapa tunanganku itu sebenarnya. Yang kutahu, dia adalah Ivan, anak dari teman baik almarhum ayahku.
“Kenapa Bunda harus menjemputku?” Tanyaku kesal. Pulang sekolah tadi sebenarnya aku berencana akan berjalan-jalan bersama beberapa temanku sebelum bunda mengacaukannya.
“Karena bunda tidak mau putri bunda pulang terlambat.”
“Kenapa?”
“Bunda tidak mau kamu pulang malam yang artinya kamu terlambat. Bunda tidak ingin kamu bertemu orang jahat dan sesuatu yang buruk terjadi padamu.. Apa yang akan bunda katakan pada Ivan dan keluarganya kalau hal itu terjadi?”
“Aaaarrrgghh!!! Jangan sebut nama itu lagi!!!” Aku hanya bisa berteriak dalam hati sementara aku mengikuti bunda yang membawaku menuju kediaman kami.
“Nanti malam temani bunda, bisa kan?”
“Kemana?”
“Nanti kamu juga akan tahu.” Jawab bunda. “Dandan yang cantik ya.”
“Iya.” Aku menurut saja.
Aku duduk di sebuah meja makan dengan berbagai macam makanan enak tersaji di atasnya. Bersamaku ada beberapa orang yang belum pernah kutemui sementara bunda berbincang dengan sangat akrab. Aku hanya bisa diam saja dan dengan canggung memakan makan malamku yang porsinya jauh lebis sedikit dibanding biasanya. Bunda tidak membiarkanku mengambil sendiri makanan yang ingin kumakan karena dia tahu aku pasti akan melahap habis semuanya. Dan itu akan sangat memalukan di hadapan orang-orang itu. Akhirnya makan malam itu usai sementara perutku masih kosong.
“Apa kau Iliya?” Tanya seseorang yang tegap dan bersetelan rapi menghampiriku.
“Iya,” jawabku. “Kamu siapa?”
“Aku Ivan.” Jawabnya sambil mengulurkan tangan dan tersenyum. Aku begitu terkejut sampai lupa menyambut uluran tangannya. Perutku yang tadinya masih lapar sekarang terasa kenyang.
“Aku tunanganmu.” Tambahnya.
Aku mundur beberapa langkah. Aku masih belum bisa mempercayai pendengaranku. Selama ini aku menganggap pertunanganku ini hanyalah dongeng yang bunda ceritakan kepadaku. Aku bahkan menganggap kalau selama ini cincin lumba-lumba yang melingkar di jariku adalah pemberian pangeran dari negeri impian yang tidak benar-benar nyata. Dan sekarang dia berdiri di hadapanku. Di dunia nyata.
“Maukah kau berjalan-jalan denganku?” Tanyanya sopan.
Aku melirik bunda yang memberikan kode agar menerima ajakannya itu. Jadi tanpa menjawab aku mengikuti langkahnya yang panjang namun pelan, berjalan-jalan di halaman rumahnya yang luas. Aku masih diam sambil menenangkan diri dan mencoba mencubit lenganku, berharap itu akan membangunkanku dari mimpi buruk ini. Sakit! Ternyata ini bukan mimpi! Oh! Tiiidddaaakkk!!!
“Selamat datang di keluargaku, Iliya.” Katanya. “Aku boleh memanggilmu begitu kan?”
Seperti terhipnotis aku hanya bisa mengangguk.
“Berapa usiamu?”
“18 tahun”
“Ah! Ternyata kita seumur. Apa kau juga akan mengikuti ujian nasional tahun ini?”
“Tentu saja.”
“Aku berharap akan mengikuti ujian nasional bersamamu tahun ini.” Katanya lagi seperti melamun. “Aku senang sekali bisa bertemu denganmu malam ini.”
Aku memaksakan diri tersenyum.
“Aku tahu pertunangan ini tidak adil untukmu. Tapi bersabarlah sedikit lagi.” Katanya lagi. “Kurasa ini akan segera berakhir karena mungkin sebentar lagi kita akan segera menikah.”
Apa?! Aku terbelalak. Menikah!? Itu tidak mungkin! “Aku tidak mau. Aku tidak bisa menikah denganmu! Apa yang harus kulakukan agar tidak menikah denganmu?” Aku sangat panik.
“Tidak ada yang bisa kau lakukan. Kau hanya harus menjadi tunanganku. Dan itu artinya kau adalah calon istriku.”
“Calon istri?!” Gumamku ngeri. “Aku tidak mau! Aku harus menyelesaikan sekolahku. Apa yang akan terjadi padaku? Astaga, ini mimpi buruk!”
Aku benar-benar panik sementara Ivan tersenyum maklum dengan reaksiku. “Aku tidak punya kuasa untuk memutuskan. Semuanya tergantung pada orang tua kita.”
“Pangeran impianku, Ivan, atau siapapun kamu. Tolong batalkan niatmu untuk menikah denganku. Aku tidak bisa melakukan pernikahan ini!” aku memohon.
“Pangeran impian? Begitukah kau memanggilku?” Tanyanya sambil tersipu. “Aku benar-benar tersanjung. Rupanya kau juga menyukaiku.”
“Aku menyebutmu begitu hanya karena aku tidak mengenalmu. Aku hanya mengetahui bahwa kamu ada dari cincin lumba-lumba yang melingkar di jariku ini.” Ralatku.
Ivan memegang tanganku dengan lembut dan dari wajahnya terlihat sekali kalu dia terharu. “Bahkan kau masih mengenakan cincin pertunangan kita?”
Ivan mengambil sebuah kotak kecil dari sakunya. Sementara aku hanya bisa menghela nafas pasrah. “Bukan begitu…”
“Kuharap kau tidak membenciku karena aku menyimpan cincin ini sementara kau terus memakainya sepanjang waktu. Aku tidak bermaksud mengkhianatimu dengan berpura-pura tidak ada apa-apa di antara kita. Aku hanya takut jika aku memakai cincin ini, aku akan semakin mencintaimu. Aku takut setelah aku bertemu denganmu, aku akan semakin mencintaimu melebihi sebelumnya, sementara kau tidak pernah merasakannya. Aku takut akan terluka.”
“Itu…” Aku belum sempat melanjutkan kata-kataku karena Ivan sudah memotongnya.
“Mulai sekarang aku tidak akan melepaskannya.” Katanya sambil memasang cincin kepunyaannya di jarinya. “Dan aku juga tidak akan melepaskanmu, Iliya.”
Aku sudah akan memohon lagi untuk membatalkan pernikahan, tapi bunda datang dan mengumumkan tanggal pernikahan kami. Itu akan berlangsung 2 bulan lagi dan bertepatan pada hari pertama ujian nasional. Aku hanya bisa tertunduk sedih. Tanpa kusadari Ivan juga bersedih.
“Iliya, ayo bangun. Sudah pagi, Sayang.” Bunda membangunkanku.
“Sebentar lagi, Bun.” Aku mengeliat di balik selimutku. Mataku masih saja belum bisa terbuka. Semalaman aku tidak bisa tidur memikirkan masa depanku yang akan segera hancur dengan sebuah pernikahan. Aku tidak ingin menikah muda. Aku masih terlalu muda untuk membina sebuah rumah tangga. Tidak bisa kubayangkan apa yang akan terjadi padaku nantinya jika aku benar-benar menikah dengan pangeran impianku itu.
“Ayo cepat bangun. Ivan sudah menunggumu untuk sarapan.” Kata bunda yang membuat mataku seketika menjadi terbuka lebar. Apa yang dia lakukan di rumahku pagi-pagi begini?!
Akhirnya sekarang aku duduk dengannya dan juga bunda. Menikmati sarapan yang sudah disediakan oleh bunda sendiri.
“Akhirnya puteri tidur bangun juga.” Katanya. “Untung lah tidak harus menunggu pangeran menciumnya dulu agar bisa bangun.”
Aku terbelalak sementara bunda tersenyum geli menganggap kalau candaan Ivan itu sangat lucu. “Tentu saja aku bangun.”
Hari pernikahanku semakin dekat. Semuanya sibuk mempersiapkan semuanya. Sementara aku masih sibuk membenahi hatiku yang hancur. Aku sangat kecewa dengan keputusan ini. Aku harus menikah muda. Bahkan tampa menyelesaikan pendidikanku di bangku SMA. Aku rasa ini sangat tidak adil. Sebenarnya aku sudah membujuk bunda untuk setidaknya menunda pernikahan ini sampai ujian nasional berakhir, tapi tidak digubris. Aku juga sempat melarikan diri, dan dipaksa pulang saat ketahuan sedang menginap di rumah salah seorang teman sekelasku. Maka pupus lah sudah harapanku untuk mengikuti ujian nasional karena harus menikah muda.
Aku sudah didandani. Gaun pengantin berwarna putih membalut tubuhku. Semua orang bahagia melihatku kecuali aku sendiri. Hari ini adalah hari pernikahanku sementara di kelasku sedang berlangsung ujian nasional yang aman penting bagiku dibanding pernikahan ini. Kurasa aku adalah satu-satunya pengantin yang bersedih di hari pernikahannya. Aku sedih karena tidak satu pun temanku yang hadir di perta pernikahanku karena sedang berjuang dalam ujuan nasional. Tanpa terasa air mataku mengalir dengan deras.
Sampai saat proses pernikahan yang sakral berlangsungpun aku tidak juga berhenti meneteskan air mata. Semua orang mengira aku menangis karena bahagia. Tapi sebenarnya aku amat bersedih.
Malam itu setelah semua acara selesai, Ivan mendekatiku. “Aku sangat senang karena akhirnya kau menjadi istriku.”
Aku diam saja sambil menunduk menyembunyikan airmataku.
“Apa kau tidak denang? Kau tidak bahagia, Iliya?”
“Apa yang mesti kulakukan? Semua sudah terjadi. Penyesalan pun tidak ada gunanya.”
“Kau menyesal menikah denganku?”
Aku terdiam. Aku tidak bisa menjawabnya karena tidak ingin menyakiti hatinya. Akhirnya aku berkata pelan. “Apa yang harus kulakukan?”
“Tidak ada yang harus kau lakukan. Kau hanya perlu menjadi istriku.”
“Apa yang akan terjadi padaku nanti?”
“Kau tidak perlu mencemaskan apapun selama kau menjadi istriku. Tidak akan terjadi apa-apa.”
“Apa kau bisa menjamin masa depanku akan lebih baik dari masa depanku seandainya aku tidak menikah denganmu?”
“Dengan izin Allah aku akan menjamin masa depanmu akan lebih baik selama kau menjdi istriku. Karena kau istriku, aku akan memberimu nafkah dengan tetesan keringatku. Aku akan menyayangi dam mencintaimu sepenuh jiwaku. Aku juga akam melindungimu dengan darah bahkan nyawaku. Apa itu cukup untuk menjamin kebahagiaanmu?”
Aku tertegun. Ada sesuatu yang teramat penting yang aku lupakan. Selama ini aku hanya memikirkan diriku sendiri. Menyayangkan pernikahan mudaku. Menyayangkan pendidikanku. Menyayangkan pertunanganku yang tidak pernah kusetujui. Aku tidak melihat bahwa Ivan begitu tulus mencintaiku. Aku tidak pernah berpikir kalau Ivan juga berada dalam posisi yang sama denganku. Kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan harus menikah denganku. Aku menangis. Kali ini aku menangis karena bahagia. Bahagia menemukan seorang Ivan, pangeran impianku.
“Syukurlah karena kamulah pangeran impianku.” Gumamku.
Ivan memelukkku. “Syukurlah kaulah pendamping hidupku.” Ivan mengecup keningku.
Tiba-tiba cahaya terang menyilaukanku. aku melihat ke sekelilingku. Ini adalah kelasku. Semuanya tengah sibuk mengerjakan lembar tugas. Aku melihat lembar tugasku. Soal ujian nasional. Aku tersenyum. Sambil sesekali melirik cincin lumba-lumbaku yang bertengger manis di jariku aku mulani mengerjakan soal-soal ujian itu. Dalam hatiku bersyukur telah dianugrahi seorang pangeran impian, Ivan.
“Aku akam menunggumu, pangeran impianku.”
- END -

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS