Friday, 04
December 2009 00:04 Wawan Informasi
Web Evolution
Sejak awal
kelahiran website di awal tahun 1990, para programer dan graphic desainer
mendapatkan sebuah lahan baru untuk karya mereka, yang kemudian disebut web
design. Seiring perkembangannya, web design akhirnya tumbuh menjadi segmen
design tersendiri yang jelas-jelas terpisah dari graphic design. Skill yang
dibutuhkan pun juga berbeda dengan graphic design, karena web design juga
melibatkan berbagai bahasa pemrogaman.
Hingga saat
ini, ada dua golongan utama pekerja web design. Golongan pertama adalah
orang-orang yang dulunya programer, dan golongan kedua adalah orang-orang yang
dulunya graphic designer. Karakter web yang dihasilkan dua kelompok ini cukup
bertentangan. Mantan programer biasanya lebih mementingkan sistem, sedangkan
mantan graphic designer lebih mementingkan tampilan. Kami pun juga
berpendapat bahwa web desain yang sempurna selalu dihasilkan oleh minimal dua
orang: satu orang graphic designer sebagai seniman, dan satu orang programer
sebagai pengatur sistem.
Website
pertama kali dibuat oleh Tim Berners-Lee pada bulan Agustus 1991. Website
pertama itu bernama World Wide Web. Bentuknya sangat sederhana. Semua masih
menggunakan script html standar tanpa ada unsur apapun. Website pertama
tersebut masih ada dan bisa diakses hingga saat ini. Silahkan Klik di sini untuk melihatnya.
Lahirnya website pertama merupakan babak baru bagi perkembangan komputer dan
teknologi informasi.
Pada tahun
1994, World Wide Web Consortium (W3C) didirikan. Lembaga ini mengambil
keputusan bahwa script HTML adalah script standar untuk semua website. Dalam
perkembangan selanjutnya, script html tersebut dikembangkan lagi menjadi XHTML
yang bersifat terbuka terhadap berbagai plugin script tambahan seperti Java,
flash, dan Ajax.
Pada sekitar
tahun 1995 muncul website dengan menggunakan tabel sebagai dasar layoutnya,
atau yang biasa disebut table-based layout. Kehadiran Table-based layout
merupakan gebrakan yang cukup signifikan bagi web design waktu itu. Dengan
table-based layout, web bisa dibuat dalam beberapa kolom dengan posisi-posisi
layout selangkah lebih maju. Website yang menggunakan Table-based layout
diantaranya adalah W3C (1998) dan Yahoo (2002).
Pada tahun
1996 flash diintegrasikan dengan website. Pada awalnya script flash disebut
dengan FutureSplash Animator, kemudian Macromedia Flash, dan sekarang Adobe
Flash. Flash sendiri sebenarnya merupakan pengembangan dari Macromedia
Shockwave (sekarang Adobe Shockwave). Program ini pertama kali ditujukan
sebagai pembuat menu dan daftar multimedia content pada autorun CD-ROM.
Dengan adanya flash, gambar-gambar dalam website dapat 'bergerak'. Selain itu fitur-fitur klasik html, seperti 'link' tetap bisa dihadirkan. Tetapi flash memiliki kekurangan, yaitu website menjadi berat dan sulit diakses. Selain itu, pengguna web juga harus memiliki flash plugin di browsernya, dan hal ini sangat merepotkan saat itu.
Pada tahun
yang sama (1996), 3DML script diperkenalkan oleh Michael Powers. 3DML
memungkinkan web untuk menampilkan animasi-animasi 3D. Tetapi inovasi ini
jarang sekali digunakan. Sistem 3DML menggunakan XML non-standar serta hanya
bisa dibuka oleh satu jenis browser saja, yaitu Flatland
Rover. Hingga saat ini, belum ada plugin 3DML yang dibuat untuk
browser umum seperti Mozilla Firefox.
Pada awal
tahun 2000, Dynamic HTML (DHTML) diperkenalkan. Pada awalnya,
DHTML merupakan gabungan dari flash dan html. Script ini dikembangkan lebih
lanjut dan menjadi JavaScript. Tetapi seiring perkembangannya DHTML dan JavaScript
tumbuh sendiri-sendiri dan memiliki platform yang sangat berbeda. Dengan DHTML,
script animasi flash dapat diintegrasikan dengan HTML sehingga web tidak
menjadi berat. Selain itu, DHTML juga mensupport HTML DOM, yang memberi keleluasaan script untuk
melibatkan Operating System yang digunakan user dalam perintahnya.
Pada tahun
yang sama (2000) Cascading Style Sheets (CSS) mulai diperkenalkan. CSS adalah
platform web design yang sangat populer hingga saat ini. Dengan adanya CSS,
script untuk tampilan bisa dipisah dari file HTML induknya. Dengan CSS,
template web bisa dibuat lebih rapi. CSS memungkinkan banyak fungsi tampilan
yang tidak mungkin dipenuhi oleh table-based layout. CSS akhir-akhir ini
menjadi sangat populer dengan diperkenalkannya platform CMS opensource seperti
Joomla dan Wordpress. Hampir semua template Wordpress dan Joomla menggunakan
CSS sebagai basis tampilannya.
Yup itulah kira-kira sekilas tentang perjalanan design web.. ada yang bisa menambahkan?















10 komentar:
hemm asyik dech kayaknya
iya,,
yo sip,,,
ajri zo ...
apix
izoww...
di coment za kawan"
he'e nuw well
uh......copypaste
waduhh susah
uh......copypaste
Posting Komentar